Tadabbur Surah Al-Jinn ayat 1-3: Al-Qur’an yang Menakjubkan

Ada sekelompok jin yang mendengarkan bacaan al-Quran. Apa kesan yang didapatkan oleh mereka?

قُلۡ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسۡتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡءَانًا عَجَبًا

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an yang kubaca).” Lalu, mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan, (ayat 1)

Ada sekelompok jin yang mendengarkan bacaan al-Quran yang dibaca oleh Nabi Muhammad saw. saat shalat shubuh. Apa kesan yang didapatkan oleh mereka? Mereka merasa bahwa Al-Quran itu menakjubkan.

Mengapa mereka (sekumpulan jin) merasa terkagum-kagum dengan Al-Quran? Apakah karena keindahan suara yang membacanya, puitisnya kalimat-kalimatnya, atau kandungannya? Ternyata, kekaguman tersebut disebabkan oleh kandungan Al-Quran yang memberikan petunjuk kepada jalan yang benar.

يَهۡدِىٓ إِلَى ٱلرُّشۡدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦ ۖ وَلَن نُّشۡرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةً وَلَا وَلَدًا

yang memberi petunjuk pada kebenaran, sehingga kami pun beriman padanya dan tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami. Sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami. Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak. (ayat 2-3)

Ini menunjukkan bahwa pesona utama Al-Qur'an terletak pada kandungan isinya yang memberikan petunjuk. Yang memberi cahaya di tengah kegelapan.

Bahkan, sekelompok jin tersebut belum banyak mendengar Al-Qur'an, hanya sebatas apa yang dibaca oleh Nabi saw saat itu. Tapi dari yang sedikit itu, ketika dipahami isinya, dapat menumbuhkan keimanan.

Kita bisa melihat fenomena yang sama terjadi pada orang-orang yang belum memeluk Islam dan kemudian mendapat hidayah setelah membaca beberapa ayat Al-Qur’an dan terjemahannya. Ini adalah salah satu contohnya.

Oleh karena itu, kita perlu proporsional dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an. Tidak hanya fokus pada tilawah dan menghafal, tetapi juga perlu memahami dan men-tadabburinya. Tidak masalah jika baru bisa membaca terjemahan. Jika bisa, baca juga terjemahan tafsirnya. Jika bisa, baca juga teks aslinya. Jika bisa, baca beberapa kitab tafsir, bukan hanya satu. Yang paling penting adalah mengalokasikan waktu semampu kita untuk memahami maknanya, merenunginya, dan menghayatinya.

Sudahkah kita merasa terbimbing oleh petunjuk Al-Qur’an? Sudahkan kita merasa bahwa bimbingan tersebut begitu menakjubkan?

Subscribe to Jurnal Qur'an

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe