Tadabbur Surah Al-Isra ayat 80: Masuk dan Keluar dengan Terhormat
Hidup itu seperti sekumpulan chapter dalam buku. Untuk setiap chapter, ada saat memulai, berproses, dan mengakhirinya. Setiap mengakhiri suatu chapter, itu juga berarti saat memulai yang baru.
وَقُل رَّبِّ أَدۡخِلۡنِى مُدۡخَلَ صِدۡقٍ وَأَخۡرِجۡنِى مُخۡرَجَ صِدۡقٍ وَٱجۡعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلۡطَٰنًا نَّصِيرًا
Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (QS. Al-Israa: 80)
Ini adalah do'a yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika datang perintah untuk berhijrah dari Mekah ke Madinah. Do'anya adalah agar dapat masuk ke Madinah secara terhormat, keluar dari Mekah secara terhormat, dan diberikan kekuatan dari Allah SWT yang dapat menolongnya mengemban misi dakwah.
Hidup itu seperti rangkaian chapter dalam buku
Memang ayat ini konteks peristiwanya adalah pada saat hijrah. Namun, pada hakikatnya do'a ini dapat dimaknai pada seluruh perjalanan kehidupan.
Hidup itu seperti sekumpulan chapter dalam buku. Untuk setiap chapter, ada saat memulai, berproses, dan mengakhirinya. Setiap mengakhiri suatu chapter, itu juga berarti saat memulai yang baru.
Kita lahir (masuk) ke dunia, menjalani hidup, lalu mati (keluar). Saat itu juga merupakan saat dimana kita akan memasuki fase berikutnya, yaitu kehidupan di akhirat.
Jika kita dekomposisi ke level yang lebih kecil, akan selalu ada proses masuk, menjalani, dan keluar. Dalam perjalanan studi, kita masuk, berproses, dan keluar dari tiap tahapan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, kuliah, dan seterusnya. Dalam perjalanan karir, kita masuk, berproses, dan keluar di tiap jabatan, posisi, atau tempat kerja. Begitu pula dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga, dll semua memiliki peristiwa masuk, berproses, dan keluar.
Kita berharap agar dalam setiap chapter kehidupan, kita bisa masuk baik-baik, juga keluar baik-baik. Dengan cara itulah kita mendapatkan kehormatan, prestasi, dan kemuliaan. Baik itu dalam karir, pendidikan, keluarga, masyarakat, atau aspek kehidupan lainnya. Seperti kata peribahasa, "datang tampak muka, pergi tampak punggung".
Optimisme menatap masa depan
Urutan yang disebut dalam ayat ini adalah masuk ke tahap berikutnya dengan terhormat, baru kemudian disebut keluar dari kondisi saat ini juga dengan terhormat. Dalam konteks ayat, ini berarti disebutkan terlebih dahulu masuk ke Madinah dengan terhormat, baru kemudian disebut keluar dari Makkah juga dengan terhormat.
Ini menyiratkan optimisme dalam melihat masa depan. Fokus pada tujuan di masa depan sembari berupaya menyelesaikan masalah yang ada di depan mata.
Kerendahan hati
Di bagian penutup do’a ini, kita memohon sulthanan nashira (kekuatan yang menolong) dari sisi Allah SWT. Ini ungkapan kerendahan hati dan kerendahan diri di hadapan-Nya bahwa kita ini tidak punya daya upaya (sulthan) apapun untuk menggapai kemuliaan hidup kecuali jika kita ditolong oleh Allah.